Bagi para calon mahasiswa harus benar-benar jeli dalam memilih dan menentukan PT agar hasilnya kelak bukan hanya ditentukan oleh gelar tetapi oleh kualitas lulusan yang memadai dan bahkan menjadi kebanggaan, sehingga tidak sukar untuk mencari pekerjaan.
Keberhasilan lulusannya untuk kemudian bekerja, akan ditentukan oleh tempat, pengajar, dan sarana penunjangnya. Jangan aneh kalau lulusan suatu perguruan tinggi (PT) akan sulit mencari pekerjaan, atau justru banyak perusahaan yang mencari lulusan PT tertentu.
Satu hal yang perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya adalah perlunya digali potensi diri calon mahasiswa untuk disesuaikan dengan program studi yang akan dimasuki di PTN atau PTS. Potensi diri tersebut harus disejalankan dengan informasi yang benar serta akurat tentang status keberadaan PT, sistem pengelolaannya yang harus profesional, dan prestasi akademik yang pernah dan sedang akan dicapai PT tersebut.
Beberapa pertimbangan berikut perlu dicermati dalam memilih (program studi):
Pertama, kepopuleran suatu PT disebabkan oleh, misalnya, nama yang disandangnya.
Kedua, kelengkapan sarana dan prasarana biasanya diikuti oleh prestasi akademik, termasuk keterpakaian para lulusan PT dalam bursa kerja di lapangan. Peningkatan status secara teratur dan berkelanjutan, mulai dari status terdaftar—izin operasional—diakui—disamakan—sampai yang tertinggi terakreditasi menjadi bukti nyata prestasi tersebut. Bobot akreditasi pun berkisar pada rentangan dari yang tertinggi ke yang terendah: A, B, C, dan belum terakreditasi
Ketiga, kualitas lulusan juga ditentukan oleh sejumlah hal berikut. Rancangan sistem penerimaan mahasiswa baru yang baik dan terpadu akan mampu menjaring input yang bernas. Ketersediaan sarana dan prasarana fisik wajib diiikuti oleh pengalokasian dana yang memadai dan berkelanjutan untuk pembinaan dosen dan karyawan, seperti untuk pelatihan dan pendidikan ke jenjang yang lebih/paling tinggi.
Perlu diingat bahwa kualifikasi staf pengajar PT adalah minimal lulusan S2 dan, tentu saja, dosen tetap yang bergelar S3 akan lebih mendongkrak mutu pelaksanaan tri dharma di PT. Sarana dan prasarana fisik yang memadai meliputi gedung kuliah dengan kursi, meja, papan tulis, dan kipas angin/AC.
Selain itu, harus pula tersedia laboratorium dasar yang lengkap dengan parasarana yang sesuai sebagai wadah tempat berpraktek mahasiswa. Gedung dan koleksi perpustakaan, haruslah memenuhi atau mendekati standarisasi dari sudut jumlah mahasiswa dan sivitas akademika, alokasi dana, serta keterkinian tahun penerbitan literatur. Proporsi koleksi perpustakaan dan jumlah mahasiswa, sebagai perbandingan secara nasional, adalah 20 : 1. Alokasi dana untuk perpustakaan agar menjadi baik adalah minimal 5 % dari anggaran biaya PT setahun. Sebaiknya, tahun penerbitan koleksi tersebut pun adalah minimal tahun 90-an ke atas. Standarisasi tersebut perlu pula mendapat perhatian para orang tua dan masyarakat dalam menilai PT.
.
Keempat, lebih lengkap dan sempurna kiranya sarana dan prasarana fisik serta nonfisik diperkaya dengan model pengelolaan administrasi sistem operasional pada semua unit yang on line atau computerized. Hal ini diperlukan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efektif sekaligus efisien. Yang terakhir ini diperkirakan dapat memangkas rantai birokrasi yang sering akan menjengkelkan tidak saja sivitas akademika sendiri, lebih-lebih lagi masyarakat luas.
Tempat pendidikan Tempat pendidikan yang memenuhi syarat dan banyak diidamkan, antara lain untuk ruang kuliah, ruang praktikum, ruang belajar dan perpustakaan, serta ruang istirahat termasuk di dalamnya kantin. Ruang istirahat berguna bila mahasiswa istirahat antar waktu sebelum mengikuti kuliah lanjutan. Mereka tidak bergerombol sepanjang jalan, atau berkumpul mengelilingi pedagang yang ada di sekitar kampus. Mereka akan beristirahat sambil memanfaatkan waktunya untuk tukar-menukar informasi materi kuliah yang tadi diikuti dengan teman-temannya.
Ruang perpustakaan
Adanya perpustakaan dengan segala fasilitasnya, mutlak harus dimiliki oleh perguruan tinggi. Apa yang dikuliahkan umumnya masih berupa gambaran umum atau pendahuluan dari satu subjek yang dibicarakan, sehingga upaya untuk melengkapinya akan didapat melalui perpustakaan.Di perpustakaan perguruan tinggi yang sudah maju, di samping sudah tersedia buku, jurnal, ataupun sumber bacaan, juga dilengkapi dengan fotokopi dengan biaya yang murah. Bagi mahasiswa yang memerlukan bahan yang lebih lengkap, tinggal memfotokopi bagian tertentu tanpa harus ditulis.
Ruang kuliah
Cara dosen memberikan kuliahnya, ada beberapa cara,yaitu:Ada yang secara langsung membacakan bab yang saat itu tengah dibahas sehingga bagi mahasiswa yang mampu akan membeli buku tersebut, untuk mempermudah mengikuti kuliah. Ada pula yang terpaksa harus mencatat apa-apa yang dibicarakan/dibacakan oleh dosennya. Tetapi ada pula yang mengutip bab/masalah pokoknya saja yang kemudian akan dilengkapinya dari buku/jurnal di perpustakaan.
Yang sangat memudahkan para mahasiswa mengikuti kuliahnya, yaitu kalau si dosen membuatkan bagan, bab per bab, ataupun ringkasannya melalui infocus. Hal ini sangat membantu para mahasiswa untuk mengikuti kuliah secara baik dan benar.Bagi mahasiswa yang mengikuti suatu pelajaran, tetap saja harus melengkapinya dengan benar buku teks, jurnal atau dari sumber-sumber yang benar dan baik.
Tanpa ini, kesulitan demi kesulitan selama mengikuti pendidikan, akan terus dihadapi.Ruang kuliah (di samping ruang praktikum untuk jurusan eksakta) layaknya “candradimuka” untuk penggemblengan watak, kemampuan, dan masa depan mahasiswa. Bagi mahasiswa yang serius, bukan hanya akan mendapatkan prestasi, juga akan mudah untuk mencari pekerjaan yang layak sesuai dengan bidangnya.
Bahasa asing
Bahasa asing yang paling umum diberikan di lingkungan perguruan tinggi adalah bahasa Inggris. Tidak mengherankan kalau salah satu persyaratan yang harus dikuasai dan bernilai baik si calon adalah bahasa inggris dengan nilai TOEFL minimal 450. Penguasaan bahasa inggris dan bahasa asing lainnya bukan hanya akan mempermudah pekerjaan rutin, juga buku-buku yang baik masih banyak yang ditulis dari bahasa asing Inggris.